Dari 50 pasang pengantin itu, 46 di antaranya sudah berstatus suami istri yang menikah secara agama namun belum memiliki surat nikah. Sementara enam pasang lagi pengantin baru.
"Akad nikah telah dilakukan di KUA masing-masing, sehari sebelumnya," jelas koordinator nikah massal, M Isha Ansori kepada wartawan, Rabu (11/11/2015).
Resepsi nikah masal kali ini tergolong sederhana. Pada tahun-tahun sebelumnya, pengantin diarak keliling Kota Palembang dengan becak hias. Bahkan pada 2009, acara nikah massal diadakan di atas ketinggian dengan balon udara.
"Kali ini tidak dilakukan, hanya resepsi di sini saja. Karena tidak memungkinkan untuk pawai, jalanan macet," jelasnya.
Dia melanjutkan, nikah masal ini sudah menjadi agenda rutin di Palembang. Hal ini bertujuan untuk merangsang penduduk agar melengkapi pernikahan dengan buku nikah yang tercatat di Kementerian Agama.
Acara yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Palembang Harnojoyo ini, dimeriahkan dengan tarian khas Palembang, alunan musik gambus, dan hiburan lainnya. "Semua biaya ditanggung oleh Pemkot Palembang, mulai dari administrasi, resepsi dan hiburan," jelasnya.
Secara simbolis, tiga pasang pengantin menaiki singgasana pelaminan layaknya pernikahan pada umumnya.

ConversionConversion EmoticonEmoticon