Untuk itu, hari ini diadakan seminar internasional terkait dengan implementasi SPAN di Indonesia dengan tema“Unleashing the Potential of FMIS for Improved Government Effectiveness”. Hadir World Bank Country Director for Indonesia Rodrigo Chaves dan beberapa duta besar dari negara sahabat.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, fitur utama SPAN adalah otomatisasi, yang mendukung penelurusan audit untuk meningkatkan transparansi dalam manajemen keuangan negara dan integrasi dari beberapa sub-modul untuk manajamen keuangan negara.
"Peluncuran SPAN adalah salah satu tonggak keuangan. SPAN sebagai modal kami akan terus tingkatkan manajemen perencanaan, perbendarahaan, bea tarif dan cukai, pajak dan sebagainya. Satuan kerja mereka juga bisa awasi penerapan budget. Kami minta K/L menggunakan SPAN untuk menjaga anggaran," tegas Bambang di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (11/11/2015).
Bambang menjelaskan, pihaknya telah melakukan reformasi keuangan negara sejak satu dekade lalu. Peluncuran SPAN merupakan suatu milestone transformasi pengelolaan keuangan negara.
Di tempat yang sama, Rodrigo Chaves mengungkapkan, dengan memungkinkan saling berbagi informasi, SPAN berperan besar dalam upaya mencapai sistem manajemen keuangan yang lebih akuntabel. Langkah berikutnya adalah menggunakan SPAN guna memperbaiki perencanaan kebijakan dan pengawasan pembelanjaan negara yang lebih efektif.
"Dengan belanja yang lebih baik, pemerintah bisa mengalokasikan lebih banyak dana untuk program-program pengurangan kemiskinan dan berbagi kesejahteraan secara lebih merata di seluruh Indonesia," tukasnya.
Tujuan utama dari SPAN adalah meningkatkan efisiensi, efektifitas, akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran dan keuangan negara. SPAN juga diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan tepat waktu mengenai posisi keuangan pemerintah pusat sehingga memudahkan pengambilan keputusan manajemen keuangan pemerintah.
Otomasi menjadi feature unggulan dari SPAN untuk meningkatkan validitas informasi yang dihasilkan. Kami juga mempersiapkan tools bagi menteri dan ketua lembaga untuk memonitor pelaksanaan anggaran di masing-masing kementerian negara atau lembaga melalui online monitoring SPAN yang berbasis web dan mobile device sehingga para menteri dan ketua lembaga dapat memantau pelaksanaan anggaran pada lingkup kerja masing masing secara real time.
Tidak hanya itu, penerapan SPAN akan memberikan informasi yang lebih transparan mengenai pergerakan belanja pemerintah, pencapaian program dan kegiatan serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan kebijakan terkait pengelolaan apbn baik secara nasional maupun di masing-masing K/L.
Bagi K/L dengan adanya penerapan SPAN memungkinkan pengguna anggaran untuk memonitor progres pelaksanaan anggaran pada level satuan kerja sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan mengenai penyediaan dan pemanfaatan sumber daya yang lebih tepat, pencapaian output suatu kegiatan dan pencapaian outcome suatu program.
Dengan ini target pembangunan nasional yang menjadi tanggung jawab masing masing K/L dapat tercapai. Peluncuran SPAN diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berharga untuk mengamankan penerimaan negara dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara demi kepentingan bangsa negara.

ConversionConversion EmoticonEmoticon