Atas kejadian itu, Kapolda Sumut langsung mengerahkan pasukan Brigade Mobil (Brimob) untuk bertindak menangkap pelaku pembegalan.
“Iya, saya sudah perintahkan Dansat Brimob untuk mengerahkan pasukannya membantu polisi umum melaksanakan patroli rutin,” kata Ngadino disela-sela acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Brimob ke 70 di Mako Brimobda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, belum lama ini.
Sebab, meski memiliki kemampuan dan jumlah pasukan yang sangat mumpuni, para personil Brimob itu jarang dikeluarkan dari baraknya untuk melakukan pengamanan dan perlindungan kepada masyarakat. Padahal, pasukan reaksi cepat Polri itu setiap hari melakukan latihan.
Begitu juga dengan personel Shabara, selama ini mereka juga jarang diturunkan, kecuali dalam penanganan unjuk rasa. Sehingga, sejumlah kejahatan jalanan kerap terjadi dan terus meningkat khususnya aksi-aksi begal yang saat ini jadi ancaman serius bagi masyarakat Kota Medan.
Seperti yang dialami seorang kontributor i News TV, Aminoer Rasyid (33) yang dibegal Minggu 8 November 2015 saat melintas di Jalan Haji Anif, Kecamatan Percut Sei Tuan. Pewarta berita ini dibuntuti lima orang pelaku begal ketika hendak pulang bersama istrinya.
Saat tiba di lokasi yang sepi kendaraanya langsung di hadang dan dipukul. Karena berusaha melawan, para pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam dan menyebetkannya tepat di perutnya. Akibatnya, sepeda motornya dengan nopol BK 3043 AFO berhasil dibawa kabur pelaku yang berjumlah lima orang itu.
Selain kehilangan sepeda motornya, korban juga mengalami sejumlah luka sabetan pisau pelaku dan luka pukul karena dikeroyok. Padahal, tak lama setelah kejadian itu beberapa personil polisi dari Polsek Percut Seituan sudah tiba di lokasi. Dibantu sejumlah wartawan di Medan, para personel itu kemudian melakukan penyisiran di beberapa lokasi dan berhasil menemukan satu dari lima pelaku.
Tetapi, karena ketakutan Kapolsek Percut Seituan, Kompol L Zendrato tidak menangkap atau melakukan pemeriksaan 1×24 jam (diatur dalam Undang-Undang) kepada orang yang diduga pelaku dengan alasan keterangan korban diragukan.
“Iya, ke depan pasukan Brimob akan ditempatkan di setiap polsek-polsek yang dianggap memiliki tingkat kerawanan tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, perintah itu sudah dimulai sejak beberapa minggu lalu. Namun, dalam pelaksanaanya dia meminta pasukan Brimob untuk bersinergi dengan polisi umum dalam melakukan tugas.
“Saya instruksikan pada Dansat Brimobda Sumut, Kombes Pol Nirboyo, untuk tetap bersinergi dengan personel lainya,” ujar dia sembari menoleh ke arah Dansat dan langsung dijawab, Siap.
Selain Brimob, mantan Wakabaharkam Polri ini juga akan menurunkan semua personel Shabara, baik yang ada di Polda Sumut maupun di Polresta Medan.
“Memang, selama ini personel Shabara banyak diam di kandang saja, nah kedepan semua personel itu akan dikeluarkan untuk melakukan pengamanan di lapangan,” sebutnya.

ConversionConversion EmoticonEmoticon