Pentagon melaporkan bahwa operasi militer AS pada hari Jumat, 13 November 2015 di Libya, menewaskan petinggi ISIS yang bernama Abu Nabil. Operasi ini sendiri dilancarkan di kota pelabuhan timur Darnah, Libya.
Abu Nabil sendiri adalah warga negara Irak dan salah satu militan dari Al Qaeda, namun ia akhirnya bergabung dengan ISIS.
Nabil adalah pejuang senior Al Qaeda dan dikabarkan menjadi sosok pria yang mengancam negara Barat di video propaganda, di mana 21 pemeluk agama Kristen dieksekusi mati di pantai Libya.
Staf Humas Pentagon Peter Cook mengatakan bahwa serangan udara tersebut dilancarkan sesaat setelah serangan teroris di Paris, pada Jumat malam.
“Walaupun ini bukan serangan udara pertama AS terhadap teroris di Libya, tapi ini adalah serangan udara pertama AS terhadap pimpinan ISIS di Libya dan menunjukkan bahwa kami (AS), akan mengejar pimpinan ISIS di mana pun mereka berada,” kata Cook, dilansir dari CNN, Minggu (15/11/2015).
Cook juga mengatakan bahwa dengan kematian dari Nabil, kemampuan ISIS untuk melancarkan operasi di Libya akan semakin menurun, di mana operasi tersebut termasuk untuk merekrut jihadis baru.

ConversionConversion EmoticonEmoticon