Pengelola Angkor Wat tampaknya telah jengah atas ulah pengunjung yang nakal. Mereka pun telah mengeluarkan kode etik untuk pengunjung Situs Warisan Dunia UNESCO ini.
Beberapa kode etik dipasang dalam empat bahasa yang berbeda dan diletakkan di luar pintu masuk Angkor Wat.
Salah satu alasan pengelola memasang kode etik untuk wisatawan adalah karena Angkor Wat dianggap sebagai salah satu tempat paling suci di Kamboja.
Tanda-tanda yang dipasang di situs ini antara lain pengunjung dianjurkan untuk memakai pakaian yang sederhana dan sopan, tidak merokok, dan tidak melewati daerah terlarang.
Untuk urusan pakaian, Angkor Wat memiliki peraturan sendiri, yakni melarang rok dan celana pendek di atas lutut.
Tak hanya mengumumkan kode etik untuk pengunjung, pengelola Angkor Wat juga memperingatkan wisatawan yang melanggar akan dikenakan sanksi hukum.
“Setiap tindakan penjarahan, melanggar atau merusak Angkor, atau mengekspos organ seks dan telanjang di area publik adalah tindakan kriminal yang dapat dikenai sanksi hukum,” terangnya dalam poster dikutip dari Foxnews, Selasa (17/11/2015).
Selain itu, pengelola juga memberikan saran tentang cara yang tepat untuk berfoto bersama biarawan, yaitu meminta izin sebelum berfoto bersama.
Meski demikian, jam berkunjung ke Angkor Wat diperpanjang. Mulai 1 Januari 2016, Angkor Wat dibuka dua jam sebelumnya mulai pukul 05:30 waktu setempat.

ConversionConversion EmoticonEmoticon